Kudus Blogger, Komunitas Blogger yang Bukan Blogger Ataupun Bloger

Blogger atau Bloger? Sepengetahuan saya yang mengacu KBBI, sepertinya lebih benar adalah BLOGER. Sebab blogger adalah nama produk (blogger/blogspot). namun kesalahkaprahan ini menjadi dibenarkan, kalau nggak percaya silakan search google dengan bloger malah akan dibenarkan menjadi blogger (google sok tau!)

Tapi kesalahkaprahan tidak menjadi masalah ketika penyampaian komunikasi dari makna kata tersebut bisa saling memahami. Untuk itulah KUDUS BLOGGER COMMUNITY tetap masih memakai blogger walaupun didalamnya tidak semua memakai produk blogger/blogspot. Oke, dalam artikel ini kita akan gunakan istilah Blogger saja agar lebih mudah.

Lalu bicara masalah Blog, apakah blog itu? saya tidak sempat searching mungkin dan hanya mengandalkan pengetahuan saja bahwa Blog berasal dari kata Weblog yang sebenarnya juga merupakan singkatan. Weblog adalah kependekan dari Website Catalog yang secara fungsi harfiah adalah sebuah website yang isinya mengenai katalog harian atau kegiatan harian pribadi seseorang. Semacam diary digital mungkin kurang lebih. Namun seiring perkembangannya, Blog saat ini lebih marak digunakan untuk tujuan komersil. Mulai dari review produk ataupun melakukan promosi sebuah tempat dan juga produk tertentu.

Apakah di Komunitas ini ada yang seperti itu? ternyata hampir tidak ada. Sekilas gambaran yang ada di Kudus Blogger Community lebih cocok disebut dengan kegiatan yang bersifat Internet Marketing atau mencari uang lewat internet, bukan Blogger ataupun Bloger.

Disini, kita melakukan segala kegiatan yang mengarah pada Money Oriented. Walapun dalam bentuk blog sekalipun, tidak ada kegiatan menulis atau bahkan menulis tentang pengalaman pribadi yang bisa dibagikan untuk pembaca melainkan kita menyajikan apa yang banyak dicari orang. Membuat sebuah wesite dengan tema tertentu yang temanya bukan berdasarkan hobi atau minat melainkan berdasarkan volume pencarian dengan jumlah tertentu agar mendapatkan pengunjung dengan skala tertentu yang pada akhirnya konversi penayangan iklannya lebih banyak dan menghasilkan pundi-pundi receh untuk pemiliknya.

Tidak hanya itu, di Komunitas ini justru yang tidak mengenal blog pun lebih banyak. Sebut saja orang-orang yang menghasilkan uang dari Youtube. Kembali lagi, jangan membayangkan bahwa kita melakukan Vlog (Video Catalog) yang eksis atau Video Selfie dan menenteng tongsis kemana-mana. Kita melakukan sesuatu atau menyajikan konten bukan berdasarkan minat, hobi, keahlian, atau keinginan tapi berdasarkan banyaknya pencarian. Atau yang bermain membuat aplikasi yang nantinya dipasang di Playstore, tentu mereka juga bukan blogger kan? Atau yang dari pertama hanya berjualan online saja, kita disini berkumpul untuk mencoba teknik-teknik pencarian kata kunci untuk membangun web yang bisa dipadukan dan digunakan dalam strategi marketing untuk pemasaran produk baik pada market place maupun pada sisoal media. Semuanya memiliki latar belakang berbeda dan bukan blogger. Tapi kami disini bersama dalam satu wadah, saling berbagi, dan saling melengkapi.

Saya sendiri misalnya, yang berangkat dari Blogger, menulis sesuatu berdasarkan apa yang ingin saya tulis. Berangkat dari alisakit.com saya membuat artikel dengan sudut pandang pribadi, menulis opini, bahkan mengkritisi kebijakan-kebijakan apapun yang ada di sekitar kita. Tapi sekarang? Orientasinya bukan lagi itu, melainkan money oriented. Kini sudah mengalami pergeseran paradigma. Saya mulai membangun web-web yang orientasinya pada potensi banyaknya uang yang akan dihasilkan.

Apakah Blogger yang sebenarnya atau web catalog secara harfiah ini tidak bisa menghasilkan uang? Pada dasarnya sama saja. Bisa mendapatkan uang dan tidak melulu dari iklan atau yang paling populer adalah adsense. Bagi blog-blog sejenis itu setara dengan instagram milik selebgram. Kita bisa mendapatkan job review atau content placement dari perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan promo fitur tertentu. Bagaimana cara mendapatkannya? tentu tidak semudah itu. Butuh waktu bertahun-tahun agar website pribadi sejenis itu layak mendapatkan tawaran itu. Harus memiliki otoritas yang baik yang dibangun secara alami, harus memiliki interaksi jaringan yang besar, dan sejenisnya. Dan segalanya tentu dilakukan sendiri dengan pemikiran sendiri.

Berbeda dengan pembuat website yang money oriented jaman sekarang, Ingin punya domain otoritas? tinggal beli domain yang expired dengan sebelumnya melakukan pengecekan otoritasnya. Ingin punya jaringan? beli backlink dengan jumlah tertentu pada website-website yang otoritas. Ingin punya artikel? tinggal pesan ke penulis artikel. Ingin punya gambar? tinggal scraping pakai tools. Ingin menentukan tema tertentu? tinggal cari menggunakan keyword tools. Segala mungkin serba tools.

Nah, mungkin ini gambaran yang ada di Kudus Blogger Community. Jadi jangan pernah membayangkan Kudus Blogger adalah komunitas berkumpulnya para blogger yang pintar membuat artikel. Tidak seperti itu dan bukan sebatas itu saja melainkan lebih luas.

Pergeseran paradigma terhadap blog ini kita yakini sebagai ajang kreativitas generasi saat ini yang mencoba mendobrak profesi-profesi monoton masa lalu. Kita bisa menjadikan apa yang kita lakukan saat ini sebagai profesi yang mampu menghidupi keluarga. Apa yang terpapar di atas hanya bermaksud mengenalkan Kudus Blogger Community kepada masyarakat luas bahwa kami tak seperti yang dibayangkan. Karena banyak sekali tawaran yang masuk dan berharap bisa ditulis ataupun dibuatkan laporan dan opini. Salam.


Blogger, Writer, Designer

No comments.

Leave a Reply